Selasa, 12 Februari 2013

Sisi gelap valentine day

Assalammualaikum...
   
       SISI GELAP VALENTINE DAY
 
kali ini saya akan menulis tentang sisi gelap valentine day atau disingkat V day,pasti temen temen udah pada tahu valentine day.
   Hmm... Dulu sewaktu saya umur 13-17 tahun,saya juga pernah ikut merayakannya,tapi setelah saya mengaji, mendengrkan cermah ceramah agama serta membaca buku tentang sepak terjang zionisme, saya mengetahui bahwa valentine day itu sangat berbahaya untuk para pemuda khususnya para pemuda islam, valentine day di promosikan oleh zionis untuk menghancurkan akhlak para pemuda islam.
ini salah satu kutipan dari tokoh yahudi Samuel Zwemmer dalam konfrensi misi di Yarussalem pada tahun 1935: " Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum muslimin beralih agama menjadi orang kristen ataupun yahudi, tapai cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam.....kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya".

  Sejarah perayaan ini berasal dari perayaan lupercalia ( feast of lupercalia ) dalam ritual paganisme, pada zaman kerjaan Romawi adalah sebuah festival kuno untuk membersihkan roh jahat dengan menyembah lupercalia / dewa kesuburan. Perayaan ini diadakan pada tanggal 13-15 februari, mereka menyembah dewi kuno Juno februata,rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan.

Pada malam pertama di hari itu, malam menjelang 14 februari hingga malam menjelang 15 februari, di seluruh kota,para pasangan merayakan apa yang kini terlanjur disebut sebagai " hari kasih sayang " suatu istilah yang benar benar keliru dan lebih tepat disebut making love day alias malam kemaksiatan. Pada tanggal 15 februari, setelah sehari penuh para pasangan itu mengumbar syahwatnya
, mereka secara berpasang pasangan kembali kepada dewa lupercalia agar di lindungi dari gangguan serigala dan roh jahat. Dalam upacara ini pendeta pagan Roma akan membawa dua ekor kambing dan seekor anjing yang kemudian disembelih di atas altar sebagai perembahan kepada dewa lupercalia atau lupercus, persembahan ini kemudian di ikuti dengan ritual meminum anggur.

  Lupercalia dirayakan terakhir pada pemerintahan Anastasius 1 pada 491-581. Ketika katolik berkembang di Roma, para pastor tidak melawan lupercalia akan tetapi mengadopsinya untuk meneguhkan kekristenan dengan memasukan nuansa kristen dalam ritual paganisme. Dengan dukungan kaisar Konstantin, paus Greogory 1 merubah nama nama dewa pagan dengan mitos martir kristiani,yaitu santo valentinus.

  Dalam martirologi katolik kuno, konon ada 3 st valentine berbeda ( the catholic encyclopedia vol XV, sub judul st valentine ) tiga nama santo yang menjadi martir tersebut, yakni seorang martir di provinsi Roma, seorang uskup interamma ( sekaran Termi ) dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika, hubungan antar ketiga martir ini dengan hari valentine juga tidak jelas, tidak ada hubungan cinta romantis yang ada hanyalah kisah kematian tragis yang tidak ada romantisnya sama sekali.
Di kemudian hari paus Gelarius, membongkar kepalsuan santo valentinus, ia menegaskan sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir martir ini, namun tanggal 14 februari tetap dijadikan sebagai hari raya peringatan santo valentinus, semata mata untuk mengungguli popularitas hari raya lupercalia.Pada tahun 1969 akhirnya hari valentine di hapuskan dari kalender Romawi, sebab itu gereja melarang valentine day dirayakan oleh umatnya, tapi larangan ini tidak ampuh, valenine day masih dirayakan dengan meriah oleh umat kristiani.

  Ironisnya banyak pemuda pemuda islam yang sampai sekarang merayakan hari valentine, padahal sudah sangat jelas valentine day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan lupercalia yang terjadi pada zaman pagan dan sama sekali bukan bersumber dari Islam melainkan bersumber pada ajaran pagan, haram hukumnya bagi umat Islam untuk merakanya.

  “Barang siapa yang meniru suatu
kaum (agama) maka dia termasuk
kaum (agama) itu” (HR Tirmidzi).

Sumber : www.suara-islam.com
                majalah eramuslim digest edisi 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar